Rabu, 26 September 2012

kasih 2


KASIH  (bagian 2)
Lagi mimpi itu menyeruakan tidurku
Menggebu hitam tentang bayang dirimu
Jauh, tenggelam, kabur bahkan menghilang
Hati ini berusaha membenamkan pikiran itu
Menggapai dinginnya embun menyelinap dalam lubang kecil
Memberikannya kepada bayang yang sempat menghitam
Karena embun itu pun tahu
Bayang itu akan selalu ada di sampingku,
Di sisiku
Terkadang embun itu berubah menjadi air
Air yang turun dari indahnya mata
Mengiringi langkahku yang pergi tanpa dirimu
Tetapi, matahari pagi itu seakan cekatan
Menyirnakan dinginnya hati, memberikan harapan
Dengan mengirim kamu untukku
Tapi aku menikmati kesedihan dan air mata
sebab dengan air mata aku lebih dapat melihat.
Dan kesedihan mengajariku bahasa hati
Untuk selalu mengucapakan satu kata
Karena yakinlah, satu kata yang selalu menyatukan kita
Percayalah, satu kata yang akan membuat kita bahagia,
Cinta.
Karena ku akan selalu berucap
Buatlah dirimu berharga di depan satu cinta dan menyatu pada satu hati
Setialah pada satu nama yang mampu membuatmu bahagia
Dan berikanlah cinta itu setulusnya pada orang yang kamu sayangi
Bersyukurlah pada satu cinta yang ada
Karena sesungguhnya kebahagiaan hanya butuh satu cinta
Kebahagiaan ada untuk mereka yg bertahan
Mereka yang telah mencari dan mereka yang telah mencoba
krena merekalah yang bisa menghargai
Betapa pentingnya orang yang telah singgah & menyentuh kehidupan mereka...
tak ada lagi yang lebih penting buatku.
Detik ini aku hanya ingin menyapamu dengan satu doa
semoga Tuhan selalu melimpahkan cinta-Nya di hatimu
dan melimpahkan cintamu untukku

Senin, 24 September 2012

kasih


Saat kau hadir di hidup ku,Semua trasa indah
Sungguh kumerasa bahagia saat kau hadir & menghapus semua luka
Bagi ku kehadiranmu suatu kebahagiaan baru dalam hidupku
Setiap saat
Terselip dalam satu sudut dipikiranku
Sebuah nama yang entah dari kapan tlah tersimpan
Kini nama itu bagai kunang terbang dengan pancarkan cahaya
Menggaung menusuk batin, bagai terang di dalam gelapku
Hanya bayangmu yang mengawang, hanya wajahmu yang terngiang
Kontaminasi indahmu sebarkan racun kesima yang terus menjalar ke dalam hatiku
Kini semakin luas hingga tak mampu menahan derasnya rindu
Dalam setiap desiran darah, ku ingin masuk dalam duniamu
Ku ingin
Kita berada pada satu cinta dan menyatu pada satu hati
Setialah pada satu nama yang mampu membuat kita bahagia
Karena ku yakin
Kebahagiaan hanya butuh satu cinta
Karena semua
Sudah menjadi prasasti
Kau tercipta untuk waktuku
Sudah menjadi takdir
Waktuku tercipta untuk mencintaimu
Kasih
Cahayamu menunjukkan aku indahnya jalan cinta
Sehingga setiap tatapanku adalah pernyataan cinta
Aku hanya mampu mencintaimu
Aku bahagia tinggal di hatimu
Jantungku berdebar indah untukmu
Ku ingin
Hatiku dan htimu agar selalu tetap bersama

Minggu, 23 September 2012

Lorong Impian


Meneguk pahitnya fisis kenyataan
Dalam angan kekeliruan sebuah pencapaian
Menengadah menatap pergejolakan masa depan
Merangkak penuh hiraukan rangkaian belukar jeritan
Menunggu harapan menuju fase akhir penantian
Angin terasa berat disebuah titik berujung kemelaratan   
Menghadang terpaan badai menuju impian
Walaupun jiwa dihantam nyanyian cercaan
Semangat kujadikan tameng untuk berusaha melawan
Agar sebuah impian tak menjadi mimpi belaka dalam pikiran
Menatap…
Bukan sekedar berharap
Melangkah……
Bukan tanpa arah
Menuju…
Bukan tanpa berburu
Menggapai…
Membuat lengah harus tercerai
Terkadang semua perlakuan bagaikan sia-sia
Untuk sebuah impian yang tak kunjung tiba
Kuharus menatap, kuharus melangkah, kuharus menuju, kuharus menggapai
Dalam langkah estafet pengorbanan menuju kegemilangan
Untuk  mewujudkan sebuah impian

Sabtu, 22 September 2012

Jawaban Umat Muslim terhadap film "Innocence of Muslim"



Pembuatan film “Innocence of Muslim”  yang menceritakan sosok pimpinan agama Islam, Rasulullah Muhammad SAW secara bertentangan dengan kepribadian beliau, menuai kecaman dari seluruh umat Muslim sedunia.  Hampir di seluruh negara Muslim di dunia mengeluarkan suaranya untuk memberikan peringatan kepada pemerintah amerika serikat. Umat Muslim ini bersikeras supaya tayangan yang merendahkan nabi Muhammad SAW itu dicabut hak siarnya. Tidak hanya itu, mereka juga menyampaikan supaya pemerintah Amerika Serikat untuk mengusut sampai tuntas pembuat film ini.
Berikut adalah jawaban umat Muslim atas film yang berjudul “Innocence of Muslim”.
“Aku adalah Muslim, aku bangga menjadi Muslim, karena sejarah membuktikan. Bukan Muslim yang memulai perang dunia pertama. Bukan Muslim yang memulai perang dunia kedua. Bukan Muslim yang menghancurkan hiroshima dan nagasaki dengan menggunakan atom bom, membunuh 200 juta indian Amerika Utara. Bukan Muslim yang menghabisi 80 juta indian Amerika Selatan. Bukan Muslim yang membunuh 90 juta aborigin Australia. Bukan Muslim yang mengambil 180 juta orang afrika sebagai budak dan membuang 70% dari mereka yang meninggal ke lautan atlantik. Bukan Muslim yang menjajah Indonesia, Malaysia, Bosnia, Afghanistan, Ethopia, Checnya, Suriah dan masih banyak negara jajahan lagi. Bukan Muslim yang memulai kasus Poso, Ambon, Maluku, Papua. Bukan Muslim yang memfitnah Irak dengan senjata pemusnah massal. Bukan Muslim yang serakah merebut ladang minyak timur tengah. Bukan Muslim yang menghina nabi dan agama lain.
Dan aku bangga, Islam tidak pernah teriak agama damai, tapi Muslim tidak pernah menyerang siapa-siapa. Islam tidak pernah teriak HAM dan toleransi, tapi Muslim paling toleransi dibanding “PENDEKAR HAM” yang rasis kepada kulit hitam. Muslim mayoritas itu toleransi, Muslim minoritas itu PEMBERANI. Tapi tidak ada toleransi untuk melanggar perintah Allah SWT. Muslim bukan anjing yang serakah dengan nafsu menjajah. Muslim bukan babi yang rakus nafsu membumi hangus. Muslim bukan monyet licik yang selalu menebarkan fitnah. Muslim tidak pernah mencari musuh.”
Itulah suara umat Muslim yang secara tegas menyatakan mereka bangga sebagai umat nabi Muhammad SAW.

Kamis, 20 September 2012

UPDATE PEROLEHAN MEDALI & PENUTUPAN PON XVIII RIAU 2012


Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional ke-18 diadakan di provinsi Riau hampir berakhir.  Acara closing  ceremony PON XVIII akan dilaksanakan di main stadion pekan baru, Riau. Acara tersebut akan dimulai pada pukul 21.00 WIB di RCTI. Acara yang digadang-gadang akan dihelat secara akbar yang lebih meriah dari pembukaan sea games palembang dan pembukaan PON sebelumnya dimeriahkan dengan tarian kolosal oleh Dedi Puja, Electric Canvas Technology. Closing ceremony PON XVIII di Riau akan diterangi lighting dengan 2000 titik, animasi mapping, sound 150.000 watt. Selain itu, sejumlah artis papan atas seperti TRIAD, Geisha, TRUTH ( Ruth Sahanaya dan Titi DJ), Cici Paramida, Lana sipenyanyi cilik dunia, Steven Jam, Ari Lasso serta world class illusion Laserman turut memeriahkan closing ceremony PON XVIII Riau.
Memasuki hari terakhir PON XVIII Riau,  Jelang penutupan PON, tim kontingen DKI Jakarta semakin memantapkan dirinya sebagai juara umum tahun ini. Saat ini tim DKI Jakarta yang masih unggul lima emas dari Jawa Barat terus berusaha tidak menurun ke peringkat 2. Sementara itu, tim tuan rumah turun peringkat ke posisi 6, yang disalib oleh tim kalimantan timur.
Berikut ini update perolehan medali PON Riau hingga Kamis Pagi, 20 September 2012 :

Rank
Kontingen
Emas
Perak
Perunggu
Jumlah
1
DKI JAKARTA
105
101
110
316
2
JAWA BARAT
100
78
101
279
3
JAWA TIMUR
85
83
85
253
4
JAWA TENGAH
47
52
67
166
5
KALIMANTAN TIMUR
43
46
48
137
6
RIAU
43
39
51
133
7
SULAWESI SELATAN
19
17
21
57
8
SUMATERA UTARA
15
19
21
55
9
BALI
15
16
30
61
10
LAMPUNG
15
9
10
34
11
SUMATERA BARAT
12
12
25
49
12
NUSA TENGGARA BARAT
11
5
8
24
13
SUMATERA SELATAN
10
13
27
50
14
DI YOGYAKARTA
9
12
16
37
15
PAPUA
9
11
16
36
16
KALIMANTAN BARAT
6
6
13
25
17
SULAWESI UTARA
6
6
7
19
18
KALIMANTAN TENGAH
6
4
6
16
19
KALIMANTAN SELATAN
5
12
18
35
20
MALUKU
4
10
5
19
21
BANTEN
4
8
17
29
22
KEP. RIAU
4
1
5
10
23
NUSA TENGGARA TIMUR
3
9
5
17
24
JAMBI
3
8
20
31
25
ACEH
3
5
18
26
26
PAPUA BARAT
3
3
11
17
27
SULAWESI TENGGARA
3
0
2
5
28
KEP. BANGKA BELITUNG
2
3
4
9
29
GORONTALO
2
1
1
4
30
SULAWESI TENGAH
1
1
1
3
31
BENGKULU
0
2
4
6
32
MALUKU UTARA
0
0
1
1
33
SULAWESI BARAT
0
0
0
0

Total
593
592
774
1959

Rabu, 19 September 2012

RANTAU ANAK KUANTAN


Pemandangan itu tak biasanya kudapatkan. Harus rela adu cepat dengan binatang-binatang yang ada di sekitarnya untuk memperjuangkan sehela nafasnya, mungkin juga keluarganya. Pagi itu ku terbangun oleh suara adzan yang berdesakan masuk lewat lubang kecil ventilasi kamar kostku yang baru ini. Perbedaan yang sangat jauh ku rasakan di sini. Begitu dingin air wudhu yang menjamah mukaku, ditambah bekunya embun yang tak henti menggerumuni anggota tubuhku yang didapatinya. Shubuh ini sangat cepat kurasakan dari biasanya. Pukul  4 pagi. Padahal jauh di barat seberang pulau sana, aku mendapati air kuantan di atas jam 5 pagi. Sampai beginikah istimewanya Yogyakarta?
Langkahku menuju kost dari tempat pertemuan dengan-Nya tadi sempat terhenti. Bukan bau yang tak bersahabati tadi yang membuat kakiku memandang ke arah itu. Melainkan kerusuhan dari balik bau itu. Sesuatu yang melayang berwarna putih itu ingin membuat kain sarung yang ku kenakan ini terangkat dam membawa tubuhku lari dari penglihatan itu. Tapi ini tidak biasa, memaksaku bertahan memperhatikannya. Karena ada beberapa anjing yang juga ikut meramaikan kerusuhan dari balik aroma yang membuat laparku hilang di pagi ini. Ternyata benar. Sesuatu berwarna putih itu bukan melayang. Melainkan ada di atas pundak lelaki yang membuat tegaknya tak lagi gagah itu.  Ya, digendong. Tangannya mengais-ngais mencari apa yang semua orang tidak menggunakannya lagi. Tetapi bukan sekali, berkali-kali sampai ranjang yang digendongnya penuh. Bahkan tumpukan kotak makanan yang sedang dinikmati baunya oleh seekor anjing itu dihampirinya, bahkan dibawanya dengan ranjang yang telah sesak oleh kumpulan plastik tadi. Tidak jauh dari onggokan sampah yang menggunung di bawah kaki gunung merapi yang berlainan pesonanya, terlihat seorang bocah laki-laki dengan wajah menyambut kedatangan lelaki yang membawa bekas kotak makanan tadi. Tidak. Kejadian yang selama ini tidak pernah kulihat secara langsung membuat perasaanku merasakan fitrahnya hati ini. Pikiranku bergerilya sepanjang perjalananku menuju kostku yang tidak lama lagi ku letakkan sendal jepitku di depan pitunya.
Dinginnya air di Djokja membuatku enggan beringsut dari hangatnya sleeping bed yang ku pinjam dari kakakku. Mataku masih saja melihat ke dalam pikiranku tentang apa yang kulihat di pagi ini. Memaksaku untuk mengingat kepribadiannya, Ayah. Apakah ayahku juga sesulit itu untuk menafkahi anaknya yang mulai beranjak meninggalkan masa indahnya SMA. Walaupun tidak ada kehidupan yang ku lihat di tanahku sana, negeri yang dibelah oleh indahnya sungai kuantan yang menjadi nafas bagi tanah yang menyatu dengannya. Tapi tidak ada yang menjamin bahwa seorang ayah tidak melakukan hal yang sama seperti itu untuk orang-orang yang dicintainya. sungguh, cara lelaki tadi mencarikan makanan untuk anaknya mengingatkanku tentang sosok yang selalu menjadi panutanku, yang mendidik mencoba menjadikanku yang terbaik. Ingin rasanya ku berbaur dengan tetes keringat lelaki tadi dan menyapa raut wajah anaknya. Meski tidak banyak perubahan yang ku berikan kepada mereka, setidaknya ku bisa melukis indah senyuman di wajah-wajah itu sebagaimana indahnya lingkar pelangi yang menggodaku untuk melihatnya di pagi ini lewat jendela kostku yang belum sempat ku bersihkan. Ingin rasanya kubersihkan jendela ini dan kehidupan seperti tadi. Berbagi dengan mereka. meskipun sedikit bagiku, setidaknya mereka beranggapan itu cukup. Setidaknya impianku ini tidak terpenjara seperti ragaku yang sekarang terperangkap dalam sempitnya kost yang kurasakan. Tetapi tetap hatiku merasa lapang dengan limpahan rasa syukur kepada-Nya atas anugrah hidup yang lebih baik, setidaknya lebih baik dari apa yang kulihat di pagi yang indah ini.