Minggu, 23 September 2012

Lorong Impian


Meneguk pahitnya fisis kenyataan
Dalam angan kekeliruan sebuah pencapaian
Menengadah menatap pergejolakan masa depan
Merangkak penuh hiraukan rangkaian belukar jeritan
Menunggu harapan menuju fase akhir penantian
Angin terasa berat disebuah titik berujung kemelaratan   
Menghadang terpaan badai menuju impian
Walaupun jiwa dihantam nyanyian cercaan
Semangat kujadikan tameng untuk berusaha melawan
Agar sebuah impian tak menjadi mimpi belaka dalam pikiran
Menatap…
Bukan sekedar berharap
Melangkah……
Bukan tanpa arah
Menuju…
Bukan tanpa berburu
Menggapai…
Membuat lengah harus tercerai
Terkadang semua perlakuan bagaikan sia-sia
Untuk sebuah impian yang tak kunjung tiba
Kuharus menatap, kuharus melangkah, kuharus menuju, kuharus menggapai
Dalam langkah estafet pengorbanan menuju kegemilangan
Untuk  mewujudkan sebuah impian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar